<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://arsyadmaster.com/blog/category/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arsyadmaster.com/blog</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 00:26:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://arsyadmaster.com/blog</link>
<url>http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/cbnet-favicon/576588852m.jpg</url>
<title></title>
</image>
		<item>
		<title>Tidak Terkenal Di Bumi Tapi Terkenal Di Langit</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/tidak-terkenal-di-bumi-tapi-terkenal-di-langit/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/tidak-terkenal-di-bumi-tapi-terkenal-di-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 19:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=2447</guid>
		<description><![CDATA[Kadang-kadang manusia memburu nama, pangkat, darjat @ duniawi. Lagi kita kejar, kita tidak akan puas dengan hidup kita kerana kita tidak ikut panduan al-quran dan sunnah nabi. Ingatlah pesanan saya ini, jangan terlalu kejar nama kerana hidup kita tidak akan senang kerana diri kita akan bongkok, riak dan ujub. Anda perlu tahu, apa yang anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang-kadang manusia memburu nama, pangkat, darjat @ duniawi. Lagi kita kejar, kita tidak akan puas dengan hidup kita kerana kita tidak ikut panduan al-quran dan sunnah nabi. Ingatlah pesanan saya ini, jangan terlalu kejar nama kerana hidup kita tidak akan senang kerana diri kita akan bongkok, riak dan ujub. Anda perlu tahu, apa yang anda usahakan dan miliki bukannya milik anda tapi semua itu datang dari Allah. Bersyukurlah dengan apa yang ada dan hiduplah dengan penuh tawaduk.</p>
<p>Kali ni dan saya nak berkongsi cerita dengan  anda tentang sebuah cerita tentang manusia yg zuhud dan  tidak dikenali oleh manusia pun tetapi namanya sangat terkenal di langit sana.  Jom kita sama2 baca cerita ini siapakah dia manusia hebat itu..</p>
<p><span id="more-2447"></span></p>
<p>Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru,<br />
rambutnya  merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup sederhana,<br />
kulitnya  gelap, dagunya menempel di dada selalu melihat pada<br />
tempat sujudnya, tangan  kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli<br />
membaca Al Qur’an dan menangis,  pakaiannya hanya dua helai sudah kusut<br />
yang satu untuk penutup badan dan yang  satunya untuk selendangan,<br />
tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh  penduduk bumi akan<br />
tetapi sangat terkenal di langit.</p>
<p>Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat  nanti<br />
ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia  justru<br />
dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at,  ternyata<br />
Allah memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah  Robi’ah<br />
dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang  ketinggalan<br />
karenanya. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal banyak  orang<br />
dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok,  dan<br />
menuduhnya sebagai  tukang mencuri serta berbagai<br />
macam umpatan dan  penghinaan lainnya.</p>
<p>Seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya,<br />
memberinya  hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik,<br />
karena hadiah  pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya<br />
seraya berkata : “Aku  khawatir, nanti sebahagian orang menuduh aku, dari<br />
mana kamu dapatkan pakaian  itu, kalau tidak dari mengemis pasti dari<br />
mencuri”.</p>
<p>Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak  saudara<br />
kecuali hanya ibunya yang telah tua lemah dan lumpuh.  Hanya<br />
penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi  kehidupannya<br />
sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah  yang<br />
diterimanya hanya cukup untuk sekedar menampung kesehariannya  bersama<br />
Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu  tetangganya<br />
yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti  keadaannya.<br />
Kesibukannya sebagai penggembala  dan merawat ibunya yang  lumpuh<br />
dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap  melakukan<br />
puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.</p>
<p>Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar<br />
seruan  Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk<br />
menyembah  Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya.<br />
Islam mendidik  setiap pemeluknya agar berakhlak luhur.<br />
Peraturan-peraturan yang terdapat di  dalamnya sangat menarik hati<br />
Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di  negeri Yaman, ia segera<br />
memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu  merindukan datangnya<br />
kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam,  pergi ke<br />
Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara  langsung.<br />
Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka  dengan<br />
cara kehidupan Islam.</p>
<p>Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru<br />
datang  dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan<br />
kekasih Allah  penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum.<br />
Kecintaannya kepada Rasulullah  menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk<br />
bertemu dengan sang kekasih, tapi  apalah daya ia tak punya bekal yang<br />
cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia  beratkan adalah sang ibu<br />
yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.</p>
<p>Di ceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera<br />
dan  giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini<br />
akhirnya  terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu<br />
hingga patah. Hal  tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada<br />
beliau SAW, sekalipun ia  belum pernah melihatnya. Hari berganti dan<br />
musim berlalu, dan kerinduan yang  tak terbendung membuat hasrat untuk<br />
bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais  merenungkan diri dan bertanya<br />
dalam hati, bilakah ia dapat menziarahi Nabinya  dan memandang wajah<br />
beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang  sangat<br />
memerlukannya  dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya<br />
selalu  gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa.<br />
Akhirnya, pada  suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi<br />
hatinya dan memohon izin  kepada ibunya agar diperkenankan pergi<br />
menziarahi Nabi SAW di Madinah. Sang  ibu, walaupun telah uzur, merasa<br />
terharu ketika mendengar permohonan anaknya.  Beliau memaklumi perasaan<br />
Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku !  temuilah Nabi di<br />
rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali  pulang”.<br />
Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak  lupa<br />
menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta  berpesan<br />
kepada jirannya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.</p>
<p>Sesudah meminta izin sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju  Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang  begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam,  gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan<br />
begitu panas di siang hari,  serta begitu dingin di malam hari,<br />
semuanya dilalui demi bertemu dan dapat  memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini  dirindukannya.</p>
<p>Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW,  diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina  ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi  yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah  melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh  ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya  bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi,  kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang  sudah tua dan<br />
sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus  lekas<br />
pulang”. Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut  telah<br />
mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan  berjumpa<br />
dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon izin  kepada<br />
sayyidatina ‘Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia  hanya<br />
menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang  dengan<br />
perasaan haru.</p>
<p>Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang<br />
kedatangan  orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah  anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di  langit). Mendengar perkataan baginda<br />
Rosulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a.  dan para sahabatnya tertegun.<br />
Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah r.a.,  memang benar ada yang<br />
mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman,  karena ibunya<br />
sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat  meninggalkan<br />
ibunya terlalu lama. Rosulullah SAW bersabda : “Kalau kalian  ingin<br />
berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia  mempunyai<br />
tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu  beliau<br />
SAW, memandang kepada sayyidina Ali k.w. dan sayyidina Umar r.a.  dan<br />
bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia,  mintalah<br />
do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan  penghuni<br />
bumi”. nabi saw juga berkata kepada Aisyah “sesungguhnya engkau akan  masuk ke dalam syurga hanya kerana memandang belakangnya”.</p>
<p>Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat,  hingga<br />
kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di  estafetkan<br />
Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan  sabda<br />
Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau  segera<br />
mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama.  Sejak<br />
itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua  selalu<br />
menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama  mereka.<br />
Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah  sebenarnya<br />
yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua.  Rombongan<br />
kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang  dagangan<br />
mereka.</p>
<p>Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju<br />
kota  Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman,<br />
segera  khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan<br />
menanyakan  apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama  mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban  itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni.</p>
<p>Sesampainya di kemah tempat Uwais berada,<br />
Khalifah Umar r.a. dan sayyidina  Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya<br />
Uwais sedang melaksanakan sholat.  Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais<br />
menjawab salam kedua tamu agung tersebut  sambil bersalaman. Sewaktu<br />
berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan  tangan Uwais, untuk<br />
membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak  tangan Uwais,<br />
sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang  benar !<br />
Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu  tersebut,<br />
siapakah nama saudara ? “Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar  jawaban<br />
itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : “Kami juga  Abdullah,<br />
yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?”  Uwais<br />
kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qorni”. Dalam  pembicaraan<br />
mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia.  Itulah<br />
sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang  saat<br />
itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali  memohon agar Uwais  berkenan<br />
mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada  khalifah:<br />
“Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar  perkataan<br />
Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon do’a  dan<br />
istighfar dari anda”. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais  al-Qorni<br />
akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan  istighfar.<br />
Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan  wang<br />
negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya.  Segera<br />
saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon  supaya<br />
hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari  selanjutnya,<br />
biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi”.</p>
<p>Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak  terdengar<br />
beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong  oleh<br />
Uwais , waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah  Arab<br />
bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan  berhembus<br />
dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal  kami<br />
sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal  semakin<br />
berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang  mengenakan<br />
selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu  kami<br />
memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan sholat  di<br />
atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu.  “Wahai<br />
waliyullah,” Tolonglah kami !” tetapi lelaki itu tidak menoleh.  Lalu<br />
kami berseru lagi,” Demi Zat yang telah memberimu kekuatan  beribadah,<br />
tolonglah kami!”Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: “Apa  yang<br />
terjadi ?” “Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin  dan<br />
dihantam ombak ?”tanya kami. “Dekatkanlah diri kalian pada Allah  !<br />
“katanya. “Kami telah melakukannya.” “Keluarlah kalian dari kapal<br />
dengan  membaca bismillahirrohmaanirrohiim!” Kami pun keluar dari kapal<br />
satu persatu  dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami<br />
lima ratus jiwa lebih.  Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam,<br />
sedangkan perahu kami berikut  isinya tenggelam ke dasar laut. Lalu<br />
orang itu berkata pada kami ,”Tak apalah  harta kalian menjadi korban<br />
asalkan kalian semua selamat”. “Demi Allah, kami  ingin tahu, siapakah<br />
nama Tuan ? “Tanya kami. “Uwais al-Qorni”. Jawabnya  dengan singkat.<br />
Kemudian kami berkata lagi kepadanya, “Sesungguhnya harta  yang ada di<br />
kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang  dikirim<br />
oleh orang Mesir.” “Jika Allah mengembalikan harta kalian.  Apakah<br />
kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di  Madinah?”<br />
tanyanya.”Ya,”jawab kami. Orang itu pun melaksanakan sholat dua  rakaat<br />
di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap  salam,<br />
tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami  menumpanginya<br />
dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami  membagi-bagikan<br />
seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak  satupun yang<br />
tertinggal.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah<br />
pulang  ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan<br />
tiba-tiba sudah banyak  orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan<br />
ketika dibawa ke tempat  pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada<br />
orang-orang yang menunggu untuk  mengkafaninya. Demikian pula ketika<br />
orang pergi hendak menggali kuburnya. Di  sana ternyata sudah ada<br />
orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai.  Ketika usungan<br />
dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang  berebutan<br />
untuk mengusungnya. Dan Syeikh Abdullah bin Salamah  menjelaskan,<br />
“ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang  dari<br />
mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke  tempat<br />
penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi  sudah<br />
tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah  adalah<br />
orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada  masa<br />
pemerintahan sayyidina Umar r.a.)</p>
<p>Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota  Yaman.<br />
Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian  banyaknya<br />
orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah  dan<br />
pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak  dihiraukan<br />
orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak  diturunkan<br />
ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah  siap<br />
melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman  tercengang.<br />
Mereka saling bertanya-tanya : “Siapakah sebenarnya engkau wahai  Uwais<br />
al-Qorni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir  yang<br />
tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala  domba<br />
dan unta ? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah  menggemparkan<br />
penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak  pernah<br />
kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya.  Agaknya<br />
mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya  untuk<br />
mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk  Yaman<br />
mengetahuinya siapa “Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di  bumi<br />
tapi terkenal di langit.</p>
<p>Semoga anda terhibur membaca cerita teladan ini. Marilah kita berdoa agar diri kita sepertinya.. Amiin</p>
<p style='text-align:left'>&copy; 2010, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tidak-terkenal-di-bumi-tapi-terkenal-di-langit/" title="siapakah kita dibumi allah ini">siapakah kita dibumi allah ini</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tidak-terkenal-di-bumi-tapi-terkenal-di-langit/" title="Terkenal Di Langit Tak Terkenal di Bumi">Terkenal Di Langit Tak Terkenal di Bumi</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tidak-terkenal-di-bumi-tapi-terkenal-di-langit/" title="nama yang terkenal di langit">nama yang terkenal di langit</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.026 ms --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/tidak-terkenal-di-bumi-tapi-terkenal-di-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Salahkan Orang Lain Jika Anda Tidak Dapat Duit</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/jangan-salahkan-orang-lain-jika-anda-tidak-dapat-duit/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/jangan-salahkan-orang-lain-jika-anda-tidak-dapat-duit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 03:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=2145</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya mahu bincang dengan anda pasal kes yang terjadi pada kebanyakan orang.  Saya tahu ramai yang marah bila mereka pergi seminar, beli buku, beli ebook, masuk MLM, buat duit dengan saham dan sebagainya tapi tidak dapat apa yang diimpikan mereka. Dalam dunia ini semua berimpian besar dan kadang-kadang mereka tidak tercapai dengan impian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/marah-beb.jpg" rel="lightbox[2145]" title="marah-beb"><img class="size-full wp-image-205   alignleft" title="marah-beb" src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/marah-beb.jpg" alt="" width="360" height="238" /></a></p>
<p>Kali ini saya mahu bincang dengan anda pasal kes yang terjadi pada kebanyakan orang.  Saya tahu ramai yang marah bila mereka pergi seminar, beli buku, beli ebook, masuk MLM, buat duit dengan saham dan sebagainya tapi tidak dapat apa yang diimpikan mereka.</p>
<p>Dalam dunia ini semua berimpian besar dan kadang-kadang mereka tidak tercapai dengan impian tersebut. Biar saya beritahu anda kenapa anda gagal dalam perniagaan @ gagal buat duit??</p>
<p><span id="more-2145"></span></p>
<p>Bagi saya, anda malas berusaha dan malas praktikkan apa yang sifu anda ajarkan. Apabila anda pergi mana-mana seminar dan anda tidak praktikkan dirumah maka ilmu yang anda tuntut itu sangat sia-sia.</p>
<p>Tidak kira sama anda beli ebook ke @ buku, anda akan simpan dan perapkan dalam latop atau almari sehingga anda tidak mengkaji sampai bila-bila.</p>
<p>Selain itu anda juga takut mencuba. Anda berani keluar duit untuk menjana pendapatan, tapi anda takut mencuba untuk memulakan perniagaan tersebut. Dan anda mengharapkan duit datang bergolek.</p>
<p>Satu lagi, pasal modal. Ramai tidak mahu keluarkan modal walaupun kecil. Biar saya beritahu anda, sekiranya anda mahu berniaga dan berjaya, anda perlu keluarkan modal. Walaupun risikonya rendah @ tinggi namun anda kena berani hadapinya.</p>
<p>Saya juga harap anda jangan mengeluh sekiranya anda tidak dapat duit kalau anda malas, takut dan banyak berangan dalam memulakan sesuatu bisnes. Jangan salahkan orang lain sekiranya anda putus asa dan tidak mengikut apa yang sifu anda ajarkan.</p>
<p>Tanamkan sifat-sifat ini dalam diri anda :</p>
<ol>
<li>Rajin</li>
<li>Tidak putus asa jika gagal.</li>
<li>Praktikkan segala ilmu dimana saja anda ikuti</li>
<li>Yakin pada diri</li>
<li>Jangan berangan dapat kejayaan jika anda malas berusaha</li>
<li>Jangan mengeluh</li>
<li>Banyakkan doa, solat hajat dan baca surah al-waqiah setiap pagi</li>
<li>Banyakkan sedekah</li>
<li>Jujur</li>
</ol>
<p>Itu sahaja yang anda boleh ikut step yang saya beri. Insya-allah, anda akan berjaya kalau anda berusaha dengan kuat dan tidak ada perkataan putus asa serta mengalah dalam diri anda..</p>
<p style='text-align:left'>&copy; 2010, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/jangan-salahkan-orang-lain-jika-anda-tidak-dapat-duit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila Gagal, Anda Perlu Hargai..</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/bila-gagal-anda-perlu-hargai/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/bila-gagal-anda-perlu-hargai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 17:18:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=2139</guid>
		<description><![CDATA[Siapa pernah gagal?? Semua orang pernah gagal..Ada tak sesiapa yang tidak gagal?? Dalam dunia ini kena ada kegagalan dulu baru ada kejayaan.. Contohnya, semasa kecil, kali pertama kau mahu berdiri? Kau jatuh, kau bangun semula &#38; kau jatuh lagi. Selepas itu kau bangun lagi kerana ketika itu kau memandang kegagalan sebagai satu perkara yang membawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2010/07/gagal.jpg" rel="lightbox[2139]" title="gagal"><img class="size-full wp-image-2140     alignleft" title="gagal" src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2010/07/gagal.jpg" alt="" width="176" height="134" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Siapa pernah gagal?? Semua orang pernah gagal..Ada tak sesiapa yang tidak gagal?? Dalam dunia ini kena ada kegagalan dulu baru ada kejayaan..</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya, semasa kecil, kali pertama kau mahu berdiri? Kau jatuh, kau bangun semula  &amp; kau jatuh lagi. Selepas itu kau bangun lagi kerana ketika itu kau memandang kegagalan sebagai satu  perkara yang membawa kebaikan. Alangkah positif’nya hidup seorang  kanak-kanak. Kenapa kita tidak bawa persepsi itu sehingga dewasa? Kenapa  kita perlu takutkan risiko, kesilapan &amp; kegagalan?</p>
<p>Ini antara sebab kenapa kau perlu menghargai sebuah kegagalan lebih  dari sebuah kejayaan.</p>
<ol>
<li><strong>Kau belajar dari kesilapan</strong>. Semua orang tahu ini,  Setiap kali kita buat kesilapan atas tindakan kita, kita akan belajar  sesuatu yang baru &amp; juga ia mengajar kita supaya tidak  mengulanginya. Tetapi, masih ada antara kita yang terlalu fobia akan  kesilapan. Perlu di’ingat, mereka yang tidak pernah gagal adalah mereka  yang tidak berbuat apa-apa dalam hidup sebenarnya.</li>
<li><strong>Kegagalan adalah pembelajaran</strong>. Katakan anda kini  dalam bidang perniagaan &amp; anda mencuba satu teknik pemasaran yang  memakan belanja RM3,000 — dan gagal. Di sini anda belajar bahawa teknik tersebut tidak berkesan dengan sistem  perniagaan anda &amp; anda tidak akan ulangi lagi. Pengalaman &amp;  pengetahuan yang anda dapat bernilai lebih dari RM3,000 tersebut. Jika anda tidak mencuba, anda tidak akan tahu, betul tak?</li>
<li><strong>Diri anda akan semakin kuat</strong>. Kegagalan seharusnya menjadikan  manusia lebih kuat. Jika kegagalan membuatkan seorang manusia itu lemah  &amp; mahu mati, sebenarnya dia telah gagal sejak awal lagi. Kegagalan  akan membuatkan lebih yakin untuk mengambil risiko &amp; tegar akan  kesilapan kecil.</li>
<li><strong>Kejayaan anda semakin hampir</strong>. Sama kes seperti  kita mula-mula mencuba merangkak, setiap kegagalan adalah tanda kita semakin boleh berdiri. Jadi, jangan  takut untuk gagal. Jika ada idea, lakukan sahaja. Gagal atau berjaya  itu belakang kira — yang penting anda cuba.</li>
</ol>
<p style='text-align:left'>&copy; 2010, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/bila-gagal-anda-perlu-hargai/" title="kegagalan dr azizan osman">kegagalan dr azizan osman</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/bila-gagal-anda-perlu-hargai/" title="apa perlu buat bila gagal">apa perlu buat bila gagal</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/bila-gagal-anda-perlu-hargai/" title="bila gagal">bila gagal</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/bila-gagal-anda-perlu-hargai/" title="bila kita perlu duit">bila kita perlu duit</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.576 ms --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/bila-gagal-anda-perlu-hargai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joget Orang Kaya</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/joget-orang-kaya/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/joget-orang-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 18:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=2112</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya nak kongsi video abang abu yang paling kelakar dalam hidup saya.. Tak jemu saya lihat video ini.. Anda pasti ketawa tak kering gusi.. &#169; 2010, Master Arsyad. All rights reserved. Incoming search terms for the article:kering gusi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya nak kongsi video abang abu yang paling kelakar dalam hidup saya.. Tak jemu saya lihat video ini.. Anda pasti ketawa tak kering gusi..</p>
<p><center><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="405" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/11IweEHwYeE&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="405" src="http://www.youtube.com/v/11IweEHwYeE&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object><center></p>
<p style='text-align:left'>&copy; 2010, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/joget-orang-kaya/" title="kering gusi">kering gusi</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.413 ms --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/joget-orang-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tan Sri Syed Mokhtar Al Bukhary</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 14:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Usahawan Jutawan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=2088</guid>
		<description><![CDATA[Adakah anda kenal siapa beliau. Inilah Biilionaire Melayu yang sebenar. Nama beliau ialah Tan Sri Syed Mokhtar Al Bukhary. Walaupun saya tidak pernah jumpa dengan beliau namun semangat dan keyakinan beliau dalam sesuatu kerja memberi impak besar pada diri saya untuk jadi seperti beliau. Sekarang saya berusaha sedikit demi sedikit menubuhkan syarikat saya seperti mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/syed_mokhtar.jpg" rel="lightbox[2088]" title="syed_mokhtar"><img class="size-full wp-image-2089   alignleft" title="syed_mokhtar" src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/syed_mokhtar.jpg" alt="" width="250" height="202" /></a></p>
<p>Adakah anda kenal siapa beliau. Inilah Biilionaire Melayu yang sebenar. Nama beliau ialah Tan Sri Syed Mokhtar Al Bukhary. Walaupun saya tidak pernah jumpa dengan beliau namun semangat dan keyakinan beliau dalam sesuatu kerja memberi impak besar pada diri saya untuk jadi seperti beliau. Sekarang saya berusaha sedikit demi sedikit menubuhkan syarikat saya seperti mana kerja yang beliau lakukan. walaupun tidak sama tapi semangat seperti beliau mesti sama <img src='http://arsyadmaster.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau saya jumpa beliau, saya  suka berganding bahu dengan <strong>Tan Sri Syed Mokhtar Bukhary</strong> kerana kisah dia membuatkan saya bersemangat untuk menjadi seperti beliau malah berimpian untuk membina empayar terbesar satu hari nanti. Tujuan saya nak membina adalah untuk kepentingan orang ramai bukan untuk diri saya. Saya masih ingat 49 kata-kata hikmah dari beliau dan membuatkan saya tidak lupa tentag hidup ini dan impian saya, antara kata-katanya ialah :-</p>
<p><span id="more-2088"></span></p>
<p><strong>1. </strong>Ada sebab kenapa saya bekerja seperti tiada hari esok. Agenda sosial dan kerjakerja kemasyarakatan itulah antara sebabnya. Saya mahu meninggalkan warisan untuk anak bangsa yang kekal berpanjangan.</p>
<p><strong>2. </strong>(Berkenaan know who) Bangsa lain tak mengapa tapi orang Melayu kena berdamping dengan orang politik sedikit-sedikit. Tapi masalahnya kita tidak mahu melalui kesusahan; banyak yang mahu senang dengan mendampingi orang politik semata-mata.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3. </strong>Tiada apa-apa rahsia. Saya ini hamba Allah biasa, budak dangau macam saudara semua juga. Tuhan jadikan manusia ini sama sahaja. Proses kematangan saya yang membezakannya. Saya percaya sesiapa pun boleh menjadi apa sahaja asalkan mereka berusaha dengan tekun. Tetapi tentulah ia memakan masa. Tiada jalan singkat.</p>
<p><strong>4. </strong>Saya mengenali kekuatan dan kelemahan saya. Apa yang tidak mampu buat saya akan minta orang lain tengok-tengokkan. Saya melalui jalan yang susah tapi itulah jalan yang kekal.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>5. </strong>Kita perlu menggunakan kepakaran mereka (bangsa Cina) kerana mereka jauh lebih maju dan mahir daripada kita. Apa yang kita kurang faham kita berkongsi dengan tujuan untuk belajar dengan mereka. Apabila sudah faham baru kita boleh menjaga kepentingan kita.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>6. </strong>Saya sedih melihat sistem sekolah pondok di Kedah. Saya ada cita-cita mahu memodenkan sekolah pondok. Kita kena maju.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>7. </strong>Saya terlibat dalam perniagaan ini kerana saya tiada pilihan lain.</p>
<p><strong>8. </strong>Untuk memajukan perniagaan, memang kena banyak sabar dan kuat berusaha.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>9. </strong>Tidak ada jalan singkat. Saya belajar tentang perniagaan ini sejak kecil lagi dan saya juga biasa kena tipu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>10. </strong>Saya pun suka kemewahan. Saya pun suka tengok dunia, ke Tokyo, New York dan London. Saya pun suka pakai baju elok. Tapi kita hendak bermewah setakat mana, hendak pakai baju banyak mana, hendak tidur dalam berapa rumah satu malam, hendak makan pun sampai larat mana?</p>
<p><strong>11. </strong>Dalam hidup ini kita sebenarnya tidak ada status; ada masa diatas, ada masa dibawah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>12. </strong>Ketika Allah memberikan kemewahan, kita kena turun ke bawah, tengok manamana yang boleh dibantu. Allah beri rezeki melalui kita untuk kita tolong orang lain. Rezeki itu bila-bila masa dia boleh ambil balik. Jika ada orang korporat Melayu yang tidak mahu turun ke bawah mungkin kerana bayangan duit itu lebih kuat daripada yang lain.</p>
<p><strong>13. </strong>Korporat Cina turun ke bawah membantu. Orang Cina ada pelbagai persatuan. Kita tidak ada; kalau ada pun berpecah. Orang Melayu kita tidak mahu bekerjasama kerana perasaan dengki menguasai diri. Sudahlah tak mahu berusaha, apabila orang lain berusaha mereka marah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>14. </strong>Rezeki yang ada itu sebenarnya untuk orang lain. Memang dari segi hukum pun begitu. Kita kena keluar zakat dan fitrah. Tetapi zakat fitrah banyak mana sangat. Islam agama yang adil; ia minta sedikit saja. Oleh itu, kalau ada duit yang lebih ia seharusnya dibelanjakan dengan baik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>15. </strong>Saya tak kisah kalau saya tak buat semua ini. Saya boleh tak buat apa-apa dan balik ke Alor Star. Tetapi saya rasa hidup ini sia-sia. Orang Kedah kata kalau mati nanti mata tidak tutup rapat kerana tanggungjawab depan mata kita tidak buat. Orang lain ambil kekayaan kita, ambil hak kita dan pergunakan kita, kita masih tidak buat apa-apa !</p>
<p><strong>16. </strong>Saya ada emotional attachment kepada agama, bangsa dan ummah. Saya bukan individualistik. Diri saya tidak penting. Pangkat dan gelaran ini kepada saya tidak mustahak.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>17. </strong>Saya sedih media tonjolkan saya begini. Saya malu kerana orang Cina kaya beratus-ratus kali ganda daripada saya. Tapi saya tahu orang Melayu kalau hendak berjaya kena kerja kuat tidak kira siang malam. Kita ada kekuatan yang Tuhan beri melebihi daripada bangsa lain. Tetapi untuk maju kita perlu berusaha.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>18. </strong>Saya asal daripada tidak ada apa-apa. Apa yang saya tidak tahu saya belajar, minta tolong daripada orang. Saya tidak malu. Saya bukannya mencuri. Saya usaha sendiri. Sikap pemalas dan pemalu ini yang orang Melayu kena atasi. Kita kena berani kerana benar. Apabila kita dapat keuntungan dan rezeki lebih, bolehlah kita menolong orang.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>19. </strong>Kaya itu bukanlah kepada diri sendiri. Kaya itu adalah kepada kumpulan perniagaan ini, kepada bangsa dan kepada orang ramai. Saya hanya memegangnya untuk sementara.</p>
<p><strong>20. </strong>Saya tiada keinginan untuk menyimpan kekayaan ini untuk anak dan isteri. Duit ini tidak akan kekal. Saya percaya hanya perkara yang baik yang kita lakukakan akan kekal. Bukan duit yang akan melindungi saya nanti tapi apa yang saya lakukan sekarang.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>21. </strong>Saya perlu terus mencari peluang dan perniagaan lain supaya kita terus dapat bantu orang lain mengembangkan diri masing-masing. Saya bukan buat semua ini untuk diri saya semata-mata.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>22. </strong>Ada juga yang saya usaha tapi tak dapat dan orang tak tahu. Apa yang saya dapat itu yang jadi masalah kononnya Syed Mokhtar sapu semua. Bangsa lain memegang pelbagai kepentingan dalam ekonomi, siapa pun tak kata apa. Ini masalah orang Melayu. Di kampung orang Melayu berpecah kerana politik, di bandar berpecah kerana ini (wang).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>23. </strong>Saya percaya kalau rezeki itu Allah beri kepada saya ia bukan untuk saya tetapi untuk orang ramai juga. Orang tidak tahu banyak syarikat yang saya ada ini gagal dan tidak maju kepada saya tetapi orang tidak tahu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>24. </strong>Banyak orang percaya bahawa dia mesti ada RM10 juta atau RM20 juta dalam tangan baru hidup boleh selamat. Ini yang menyebabkan mereka hanyut daripada menolong orang lain. Mereka lebih takutkan diri sendiri. Mereka lupa bahawa kekayaan tidak boleh membantu selama-lamanya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>25. </strong>Orang kata saya takda duit tapi banyak hutang. Orang berniaga mana yang tak berhutang. Tapi mesti tahu bagaimana hendak meminjam dan membayarnya semula. Ada cara boleh kita buat. Tapi sebelum berhutang RM100 juta mesti sudah fikir bagaimana hendak membayarnya balik. Mesti ada tanggungjawab. Banyak orang mahu senang tapi tidak ramai yang mahu bertanggungjawab.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>26. </strong>(Perasaan setiap kali mendapat rezeki). Saya ini kata orang Kedah, lebai kodok bukan lebai pondok. Tapi saya tahu hal-hal asas. Kalau mahu saya minta terus dari Tuhan. Tuhan beri manusia akal dan fikiran. Kalau hendak pakai baju dan seluar biarlah padan dengan badan</p>
<p><strong>27. </strong>Kesenangan yang saya perolehi ini datang dengan tanggungjawab (bila pinjam bayar balik dan buat amal jariah). Kalau hendak dibandingkan dengan bangsa lain, perniagaan saya ini tidak ada apa. Tetapi walaupun sedikit tetapi yang sedikit itu ada berkatnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>28. </strong>Saya suka kalau nikmat sedikit yang saya dapat itu orang lain boleh berkongsi sama.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>29. </strong>Saya kadang-kadang kecewa dan sedih melihat anak orang alim yang sesetengahnya lupa diri setelah mendapat kekayaan. Saya pun sama seperti orang lain suka hendak ke luar negara tetapi kita tidak boleh lupa kubur kita dan asal usul kita. Di kampung kita mungkin ada jiran-jiran yang perlukan bantuan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>30. </strong>……kalau tidak mungkin saya sudah ke Haatyai dan jadi nakal. Saya manusia yang banyak buat kesilapan. Tetapi saya insaf, beristighfar dan jalan lagi. Sejak awal saya ada kesedaran mahu mengekalkan hak kita sebagai orang Melayu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>31. </strong>Saya kata kepada diri sendiri kalau kerana itu saya terpaksa bersusah sedikit pun tidak mengapa.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>32. </strong>Kekayaan ini Tuhan beri kepada saya untuk saya menolong orang lain pula. Saya percaya kepada keberkatan rezeki. Hari ini kita tolong orang, esok lusa orang akan tolong kita pula dengan cara yang lain.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>33. </strong>Kalaupun tidak sanggup tunggu 34 tahun seperti saya berilah sedikit masa untuk faham selok belok perniagaan, Insya Allah boleh maju.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>34. </strong>Kita jangan cepat putus asa. Putus asa boleh tapi kena cepat-cepat kuatkan semula semangat untuk bangkit balik. Jangan jadikan agama hanya satu tempat untuk kita bergantung apabila kita susah. Tanggungjawab ibadah adalah tugas seharian.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>35. </strong>Lifestyle ? Saya tidak ada lifestyle yang kena masuk kelab sana dan sini. Tapi tak semestinya saya tidak boleh turun ke kelab. Orang Melayu kalau hendak ke depan mesti ada cara hidup yang fleksibel, boleh naik dan turun.</p>
<p><strong>36. </strong>Lifestyle ini sebenarnya satu penyakit. Saya biasa pakai Mercedes tapi sekarang saya pakai Proton Perdana untuk sokong kereta nasional. Kereta itu pun cukup untuk bawa saya ke mana-mana.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>37. </strong>Tiada sebab orang kenapa Melayu tidak boleh maju. Ini saya berani perang dengan sesiapa pun. Orang Melayu boleh maju. Kalau saudara jadi wartawan saudara kena tanam semangat suatu hari nanti mahu ambil alih akhbar ini. Tidak ada sebab kenapa ia tidak boleh berlaku.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>38. </strong>Kejayaan dan kelemahan orang Melayu bukan disebabkan oleh bangsa kita dan agama kita. Ia berkait dengan sikap dan cara kita berfikir. Gigih, tekun dan tidak mudah putus asa merupakan kunci kejayaan kita. Tapi perkara ini kurang wujud dalam cara orang Melayu berfikir.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>39. </strong>Tuhan memberi peluang kepada siapa saja yang bekerja kuat. Apa yang ada pada saya ini hanya usaha. Kalau anak dangau macam saya boleh, tidak ada sebab orang lain terutama mereka yang dari pekan tidak boleh.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>40. </strong>Kita tidak usahlah selalu mengulang-ulang perkara yang boleh memberikan kesan psikologi negatif kepada orang Melayu (kereta dan rumah besar). Kita kena kurangkan bercakap tentang kereta besar dan rumah besar. Sesiapa pun mahu pakai kereta mewah tapi bukan itu matlamatnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>41. </strong>Orang Melayu sebenarnya kena membantu diri sendiri, kena bekerja keras &amp; fokus.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>42. </strong>Sikap merendah diri perlu sentiasa ada dalam diri seseorang walau setinggi mana pun kejayaan dicapai.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>43. </strong>Apa yang saya buat ini (kerja-kerja sosial) semuanya bermula daripada didikan orang tua saya sendiri.</p>
<p><strong>44. </strong>Saya sendiri berhutang sambil berniaga dan buat sumbangan amal jariah. Saya tak mahu tunggu hutang habis baru hendak buat semua ini. Saya takut kalau hutang habis saya pun mati dan apa pun tak sempat saya buat.</p>
<p><strong>45. </strong>Saya biasa saja. Hidup saya tidak berubah, dari dulu beginilah. Saya terima apa saja nikmat yang diberikan oleh Allah . Tidak ada segelas air, ada setengah gelas pun saya bersyukur.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>46. </strong>Kalau kerana sedikit bantuan itu mereka lulus peperiksaan dan hidup mereka menjadi lebih baik, saya sudah gembira. Saya tidak boleh buat banyak. Alhamdulillah, lebih baik buat sedikit daripada tidak buat langsung.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>47. </strong>Saya tiada minat untuk beli kapal layar atau kapal terbang. Saya fikir kalau saya beli sesuatu biarlah orang ramai boleh pakai. Saya suka kalau saya beli sesuatu yang mahal, biarlah orang ramai boleh pakai.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>48. </strong>Saya gembira dapat membantu. Saya mahu orang lain merasai (kesenangan) apa yang saya pernah rasa. Saya tahu bagaimana perasaanya. Saya kata kepada diri saya, apa yang saya dapat saya mesti beri orang lain merasainya sama. Jangan beri kurang, lebih tak mengapa. Itu yang membuat hati saya seronok.</p>
<p><strong>49. </strong>Saya rasa saya ingin menyumbang lebih daripada ini. Saya kata kepada kawan-kawan ini baru warm-up saja; kita belum berjalan lagi. Saya rasa kita terlalu banyak ketinggalan.</p>
<p>Itulah kata-kata hikmah Tan Sri. ia membuatkan saya sedar akan kejayaan beliau <img src='http://arsyadmaster.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Anda minat baca kisah beliau :-</span></strong></p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Latar  belakang kehidupan<br />
</em></strong>Tan Sri Syed Mokhtar dilahirkan di Alor Setar, Kedah pada tahun 1951.  Keluarganya berasal dari Hadhramaut, Yemen. Sebelum mengambil keputusan  menetap di Kedah, bapanya mengembara hingga ke Asia Tengah untuk  berniaga. Seterusnya, bapanya ke Thailand. Pada pertengahan tahun 40-an,  barulah bapa Tan Sri Syed Mokhtar mengambil keputusan menetap di Alor  Setar, Kedah. Pada tahun 1946, bapanya mendirikan rumah tangga.</span></span></p>
<p>Tan Sri Syed Mokhtar mempunyai tujuh orang adik beradik dan dia adalah  anak yang ketiga. Tan Sri Syed Mokhtar hidup dalam keadaan yang serba  kekurangan hinggakan rumah kayunya yang terletak di Kampung Hutan  Keriang tidak mempunyai katil, meja mahupun kerusi. Ini menyebabkan  beliau susah hendak menelaah.</p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;">Walaupun demikian,  setiap yang berlaku itu pasti ada hikmahnya. Keadaan itu juga mendorong  beliau supaya memulakan kelas tuisyen percuma sebagai salah satu program  kebajikan di bawah Yayasan al-Bukhary yang ditubuhkannya bagi  menyumbang ke arah kebajikan. Kini, seramai 15,000 orang pelajar  mendapat faedah daripada program tuisyen itu.</span></span></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Pendidikan</em></strong><br />
Tan Sri Syed Mokhtar memulakan persekolahannya di Alor Setar tetapi  apabila beliau berusia 9 tahun, beliau dihantar tinggal bersama-sama  dengan bapa saudaranya, Syed Omar di Johor Bahru. Beliau berada di situ  dari darjah empat hinggalah ke tingkatan dua. Tan Sri Syed Mokhtar  kemudiannya kembali ke kampung halamannya di Alor Setar dan menyambung  persekolahannya hingga ke tingkatan lima di Sekolah Saint Micheal&#8217;s.</span></span></p>
<p>Sebenarnya, Tan Sri Syed Mokhtar bukanlah orang yang berpendidikan  tinggi. Beliau tidak pernah belajar hingga ke peringkat universiti.  Namun, ini tidak bermakna beliau seorang yang tidak berilmu. Kebanyakan  ilmunya diperoleh melalui pengalaman secara langsung apabila beliau  bergiat dalam dunia perniagaan sejak kecil lagi.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Membantu keluarga</em></strong><br />
Disebabkan keadaan keluarganya yang kurang berkemampuan, Tan Sri Syed  Mokhtar membantu ibunya menanam sayur-sayuran bagi menampung pendapatan  keluarga. Mereka menjualnya di pasar di Jalan Telok Wan Jah. Beliau juga  menjual roti canai di pasar yang sama.</span></span></p>
<p>Semasa waktu rehat di sekolah pula, ayahnya akan menemuinya di sekolah  dan memintanya membuat simpan kira. Selepas waktu sekolah, Tan Sri Syed  Mokhtar membantu menggembala haiwan peliharaan bapanya di pusat  kuarantin berdekatan dengan stesen kereta api Alor Setar. Beliau banyak  menimba ilmu dan pengalaman semasa melakukan kerja-kerja itu.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Mula berniaga</em></strong><br />
Pada tahun 1970-an, perniagaan binatang ternakan bapanya mengalami  kemerosotan ekoran tercetusnya wabak kaki dan mulut. Wabak itu merebak  ke seluruh Selatan Thailand, Kedah dan Perlis. Semua binatang  ternakannya mati begitu sahaja. Sejak itu, Tan Sri Syed Mokhtar  mengambil alih perniagaan bapanya dan membuat keputusan untuk tidak lagi  melibatkan diri dalam bidang penternakan. Beliau mula menjual daging  secara kecil-kecilan.</span></span></p>
<p>Sebenarnya, Beliau pergi dari pekan ke pekan di sekitar Alor Setar bagi  membeli daging yang tidak terjual. Beliau kemudiannya membungkus daging  itu bersama ais dan menjualnya kembali kepada peniaga Bumiputera dan  restoran-restoran di sekitar Alor Setar. Beliau berjaya dalam perniagaan  itu. Kejayaan itu menambahkan keyakinan beliau bagi memajukan diri  dalam dunia perniagaan.</p>
<p>Daripada perniagaan menjual daging, beliau beralih pula kepada  perniagaan pengangkutan. Pada tahun 1972, beliau berjaya mendapat permit  bagi empat buah lori Kelas A. Beliau mendapat bantuan pinjaman sebanyak  RM110,000 daripada pihak MARA yang digunakannya bagi membeli dua buah  lori Mercedes 911LS.</p>
<p>Sebenarnya, seorang peniaga Cina menawarkan sejumlah wang bagi baki dua  permit yang tidak digunakannya. Tan Sri Syed Mokhtar enggan dan  menyerahkan permit itu kembali kepada MARA. Selepas membeli dua buah  lori itu, Tan Sri Syed membuka syarikat pengangkutan yang dinamakan  Syarikat Pengangkutan Sentosa dan melantik kerani Cina sebagai pengurus  syarikatnya itu.</p>
<p>Tan Sri Syed Mokhtar menggunakan lori-lorinya bagi memulakan perniagaan  beras. Syarikat Kenderaan Sentosa masih wujud sehingga ke hari ini dan  memiliki lebih daripada 40 buah lori.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Menubuhkan syarikat</em></strong><br />
Pada tahun 1974, Tan Sri Syed Mokhtar membeli rumah kedainya yang  pertama di Jalan Telok Wan Jah di bawah perjanjian sewa beli dengan UDA  atau Perbadanan Kemajuan Bandar.</span></span></p>
<p>Seterusnya, pada tahun 1975, beliau menubuhkan Syarikat Shah dan memohon  lesen perdagangan beras daripada Lembaga Padi Negara yang kini dikenali  sebagai Bernas. Tuah ayam nampak di kaki, tuah manusia siapa yang tahu.  Dia berjaya mendapat kontrak bagi membekalkan beras ke pihak FELDA,  MARA Senama, Pernas Edar dan juga Sergam Sdn. Bhd., iaitu anak syarikat  Perbadanan Kemajuan Ekonomi Negeri Johor.<br />
Selepas berjaya dengan Syarikat Shah, beliau menubuhkan syarikat usaha  sama dengan dua orang peniaga Cina, iaitu Ng Ghiak Gee dan Chua Chong  Tan. Ghiak Gee adalah pedagang beras manakala Chong Tan pula pengilang  beras.</p>
<p>Dalam syarikat usaha sama itu, Tan Sri Syed Mokhtar memegang 52 peratus  kepentingan manakala Ghiak Gee dan Chong Tan masing-masing 32 peratus  dan 16 peratus. Perniagaan usaha sama yang diberi nama Bukhary Sdn. Bhd.  itu memulakan operasinya pada 15 Julai 1976, di pejabatnya di Jalan  Telok Wan Jah.</p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Perniagaan  terus berkembang<br />
</em></strong>Daripada beras, beliau kemudiannya mengembangkan perniagaannya kepada  komoditi lain, iaitu gula. Ini masih dijalankan sehingga ke hari ini  melalui Bukhary Sdn. Bhd. Pendapatan tahunan Bukhary Sdn. Bhd. kini  mencecah RM250 juta.</span></span></p>
<p>Setahun selepas Bukhary Sdn. Bhd. memulakan operasinya, beliau  menubuhkan Bukhary (KL) Sdn. Bhd. pada tahun 1977. Syarikat itu  ditubuhkan khas bagi mendapatkan kontrak kerajaan yang pada masa itu  banyak ditawarkan kepada usahawan Bumiputera. Operasi Bukhary (KL) Sdn.  Bhd. dijalankan di rumah kedai empat tingkat di Jalan Pahang yang juga  dibeli melalui perjanjian sewa beli dengan UDA. Usahanya membuahkan  hasil lagi.</p>
<p>Tan Sri Syed Mokhtar diberikan kontrak bagi membekalkan beras, teh,  tepung coklat, tepung susu dan juga minyak sapi kepada kerajaan.  Bahagian bawah pejabatnya diubah suai menjadi pusat pembungkusan.</p>
<p>Apabila beliau mendapat kontrak pembekalan itu, Tan Sri Syed Mokhtar  menubuhkan Susu Mas Sdn. Bhd. pada tahun 1979. Syarikat itu juga adalah  syarikat usaha sama di antara dirinya yang memegang 51 peratus  kepentingan dengan New Zealand Milk Products yang memegang saham  selebihnya. Produk Susu Mas Sdn. Bhd. dipasarkan di bawah jenama  Fernleaf dan Anchor.</p>
<p>Pada pertengahan tahun 80-an, Tan Sri Syed Mokhtar menjual  kepentingannya dalam Susu Mas Sdn. Bhd. ekoran kemelesetan ekonomi.</p>
<p><strong><em>Strategi tersendiri</em></strong><br />
Pada tahun 1978, beliau dijemput menyertai delegasi perdagangan ke Ekso  Perdagangan Canton, China. Semasa berada di China, Tan Sri Syed Mokhtar  menjalankan sistem barter, iaitu menukarkan kokonya dengan teh dari  China. Cuma bezanya sistem barter zaman sekarang dijalankan secara  besar-besaran atau pukal. Contohnya, menukarkan 1 tan minyak sawit  dengan 1 tan minyak mentah.</p>
<p><strong><em>Perniagaan pakaian</em></strong><br />
Selepas mengembangkan perniagaannya bermula daripada bidang komoditi ke  pengangkutan, pembungkusan dan barter, beliau kemudiannya melangkah  kepada sektor pembuatan. Ini ekoran kejayaannya mendapat kontrak membuat  pakaian seragam tentera bagi pihak Kementerian Pertahanan. Kontrak itu  adalah bagi membekalkan pihak tentera dengan 120,000 pasang kasut dan  330,000 pasang pakaian seragam. Apabila berjaya mendapat kontrak itu,  beliau mula mencari pembekal. Pada mulanya, beliau membeli secara terus  daripada pengilang.</p>
<p>Selepas membeli daripada pengilang, beliau kemudiannya membuat keputusan  menubuhkan dua buah syarikat, iaitu Amtek Holdings bagi mengeluarkan  kasut dan Oriental Garments Uniform Division bagi mengeluarkan pakaian.  Oriental Garments Uniform Division adalah syarikat usaha sama dengan  Oriental Garment yang berpusat di Seberang Prai.</p>
<p>Apabila Amtek Holdings disenaraikan di Papan Kedua Bursa Saham Kuala  Lumpur pada tahun 1998, beliau menggunakan wang penyenaraian yang  diperolehnya bagi membeli Spark Manshop dan hak bagi mengeluarkan dan  memasarkan pakaian berjenama Crocodile. Kini, anak syarikat Amtek  Holdings mengeluarkan kasut tentera (Amtek Shoes) dan pakaian berjenama  Lee Coopers dan Lois (Amtek Garments Sdn. Bhd.) bagi pasaran eksport.</p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Perniagaan  perkapalan</em></strong><br />
Tidak cukup dengan perniagaan pakaian, beliau juga bergiat dalam  perniagaan perkapalan. Beliau menubuhkan Bukhari Shipping dan  mendaftarkannya dengan pihak Perbendaharaan. Bukhari Shipping bertindak  sebagai broker kapal di bawah polisi CABOTAGE. Melalui Bukhari Shipping,  Tan Sri Syed Mokhtar membeli sebuah kapal buatan Jerman yang berusia 28  tahun pada harga USD1 juta.</span></span></p>
<p>Kapal yang diberi nama Angsa Mas itu digunakan bagi mengangkut beras  dari Thailand ke Sabah dan Sarawak. Walau bagaimanapun, perniagaan itu  mengalami kerugian yang menyebabkan beliau terpaksa menjual kapalnya  pada harga USD600,000, iaitu rugi sebanyak USD400,000 (USD1 juta &#8211;  USD600,000).</p>
<p>Pada masa yang sama, beliau mula mem*sensored*tkan diri dalam sektor  pembangunan hartanah. Beliau membeli beberapa bidang tanah di Alor Setar  dan memulakan beberapa projek perumahan di bawah syarikat Bukhary  Development.</p>
<p><strong><em>Penglibatan dalam projek penswastaan</em></strong><br />
Beliau terlibat dalam projek penswastaan Johor Port Sdn. Bhd. dan Johor  Tenggara Oil Palm Sdn.Bhd. Beliau membeli Johor Port melalui tender pada  harga RM330 juta. Johor Tenggara Oil Palm Sdn. Bhd. pula dibelinya pada  harga RM135 juta. Melalui Johor Port Sdn. Bhd., beliau menjayakan  projek Pelabuhan Tanjung Pelepas.</p>
<p>Kini, Pelabuhan Tanjung Pelepas semakin maju hingga mereka berjaya  meyakinkan dua buah syarikat perkapalan antarabangsa, iaitu Maersk  Sealand dari Denmark dan Evergreen Marine dari Taiwan supaya berpindah  dari Pelabuhan Singapura ke Pelabuhan Tanjung Pelepas.</p>
<p>Projek penswastaan ketiganya adalah penswastaan air yang mana beliau  menubuhkan Equiventure Sdn. Bhd., iaitu syarikat usaha sama di antara  syarikatnya, Kembangan Dinamik dan Pilecon Bhd. serta syarikat Perancis,  Oneo. Pegangan Kembangan Dinamik dalam syarikat itu adalah sebanyak 49  peratus.</p>
<p><strong><em>Kepentingan</em></strong><br />
Beliau membeli MMC Corporation, iaitu syarikat kejuruteraan pada harga  RM3 sesaham daripada Permodalan Nasional Berhad (PNB). Tan Sri Syed  Mokhtar juga memiliki 22.7 peratus pegangan dalam Malakoff Berhad, iaitu  syarikat pembekalan elektrik dan 20 peratus pegangan dalam IJM  Corporation Berhad di mana perniagaan utamanya adalah pembuatan.</p>
<p>Selain itu, beliau memiliki 18 peratus pegangan dalam Bernas yang  terlibat dalam perdagangan beras dan 32 peratus pegangan dalam Pernas  International Holdings Berhad, iaitu konglomerat yang terlibat dalam  banyak sektor perniagaan. Manakala 18.7 peratus pegangan dalam Fiamma  Holdings Berhad, syarikat pemasaran dan pengedaran barangan elektronik  serta 100 peratus kepentingan dalam MPH, iaitu syarikat peruncitan dan  pengedaran buku.</p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Objektif  penubuhan Yayasan al-Bukhary<br />
</em></strong>Yayasan al-Bukhary ditubuhkan pada Mac 1996 sebagai badan kebajikan yang  berperanan membantu golongan miskin, menyokong perkembangan seni dan  budaya Islam dan juga menggalakkan persefahaman antara peradaban.<br />
Antara objektif utama Yayasan al-Bukhary adalah menggalakkan  persaudaraan sesama Islam. Yayasan ini terdiri daripada dua buah  bahagian. Satu bahagian menjalankan kerja-kerja kebajikan manakala satu  bahagian lagi menguruskan penyaluran dana daripada setiap syarikat yang  mana Tan Sri Syed Mokhtar ada kepentingan di dalamnya.</span></span></p>
<p>Sehingga kini, Yayasan al-Bukhary membelanjakan lebih RM300 juta bagi  aktiviti keagamaan, kebudayaan dan pendidikan. Selain itu juga, Yayasan  al-Bukhary hanya membiayai pelajar miskin. Antara inisiatif yang  dilakukan adalah membiayai pelajar Muslim miskin dari serata ASEAN  supaya belajar di Malaysia.</p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"><strong><em>Projek-projek  utama Yayasan al-Bukhary<br />
</em></strong>Antara projek terbesar yang sedang dijalankan adalah pembinaan Kompleks  al-Bukhary yang bernilai RM400 juta di Kedah yang dijangka siap pada  akhir tahun 2004. Kompleks itu kelak memainkan peranan sebagai kompleks  yang lengkap dengan pelbagai kemudahan seperti masjid, pusat perubatan,  pusat komuniti, rumah anak yatim, akademi khas bagi warga tua dan pusat  pengajian tinggi.</span></span></p>
<p>Antara projek besar yang disiapkan adalah Muzium Kesenian Islam Malaysia  di Kuala Lumpur yang bernilai RM100 juta. Muzium empat tingkat itu  adalah muzium pertama di rantau Asia Pasifik yang memaparkan hasil seni  Islam. Yayasan al-Bukhary juga membina 12 buah masjid di serata negara.<br />
Sumbangan dalam bidang pendidikan</p>
<p>Pada tahun 2000, Yayasan al-Bukhary mendermakan sejumlah RM7.75 juta  kepada Oxford Centre for Islamic Studies, iaitu pusat pengajian Islam  yang terkenal di serata dunia. Yayasan al-Bukhary juga kini sedang  membantu Institut Pembangunan Pendidikan Maju (MIED) dalam projek bagi  mengasaskan Institut Perubatan, Sains dan Teknologi Asia (AIMST) di  Sungai Petani, Kedah.</p>
<p>Selain itu, Yayasan al-Bukhary juga sering mengadakan dialog peradaban  bagi menggalakkan toleransi dan persefahaman antara masyarakat berbilang  agama dan kepercayaan.</p>
<p>Penglibatan Yayasan al-Bukhary dalam projek yang dimulakan oleh bukan  Islam juga terserlah. Walaupun Yayasan al-Bukhary lebih menekankan  kepada projek kebajikan yang bercirikan Islam, ia tetap menyumbang  kepada projek yang dijalankan oleh organisasi bukan Islam. Contohnya,  Yayasan al-Bukhary menyumbang sebanyak RM satu juta bagi Projek  Langkawi, iaitu projek yang dimulakan oleh MCA bagi mengumpul dana bagi  menjalankan projek pendidikan di luar bandar dan juga memberi biasiswa  kepada para pelajar yang kurang mampu.</p>
<p><strong><span style="font-family: trebuchet ms,geneva; font-size: small;">Tan Sri  Syed adalah usahawan Bumiputera yang terkaya di Malaysia dengan kekayaan  yang bernilai RM1.67 bilion.</span></strong></p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"> Semoga kisah Tan Sri ini di jadikan iktibar dan motivasi buat kita semua. Doakan saya agar dapat bertemu dengan Tan Sri ya kerana dari dulu lagi impian saya ini belum tertunai.. Amiiin Ya Rabb <img src='http://arsyadmaster.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</span></span></p>
<p style='text-align:left'>&copy; 2010, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="tan sri syed mokhtar al-bukhary">tan sri syed mokhtar al-bukhary</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="foto masjid al bukhari kuala lumpur">foto masjid al bukhari kuala lumpur</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="kisah tan sri syed mokhtar al bukhary">kisah tan sri syed mokhtar al bukhary</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="sejarah penubuhan yayasan al-bukhary">sejarah penubuhan yayasan al-bukhary</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="sumbangan syed mokhtar al bukhary dalam ekonomi">sumbangan syed mokhtar al bukhary dalam ekonomi</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="rumah tan sri syed mokhtar al-bukhary">rumah tan sri syed mokhtar al-bukhary</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="sejarah syed mokhtar al bukhary">sejarah syed mokhtar al bukhary</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="latar belakang tan sri syed mokhtar al bukhary">latar belakang tan sri syed mokhtar al bukhary</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="matlamat yayasan bukhari">matlamat yayasan bukhari</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/" title="sejarah syed al bukhairi">sejarah syed al bukhairi</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.619 ms --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/tan-sri-syed-mokhtar-al-bukhary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayat Motivasi Dari Al-Quran</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 02:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=2020</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari aku memerhatikan ayat-ayat itu…ayat-ayat memberiku semangat…Biarpun beratus-ratus buku motivasi ku baca, namun ayat-ayat itu lebih bersemangat dan mengajarku seribu erti…aku bukanlah seorang hafiz, hanya sebagai pemerhati semata…Pun begitu, inginku sampaikan dan berkongsi bersama kalian sebagai ingatan kita bersama… Sahabatku, Dalam kita melangkah pergi, terkadang kita diuji dengan seribu keperitan, terasa berat oleh kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/quran.gif" rel="lightbox[2020]" title="quran"><img class="size-full wp-image-2022   alignleft" title="quran" src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/quran.gif" alt="" width="235" height="214" /></a></p>
<p>Setiap hari aku memerhatikan  ayat-ayat itu…ayat-ayat memberiku semangat…Biarpun beratus-ratus buku motivasi ku  baca, namun ayat-ayat itu lebih bersemangat dan mengajarku seribu erti…aku  bukanlah seorang hafiz, hanya sebagai pemerhati semata…Pun begitu, inginku  sampaikan dan berkongsi bersama kalian sebagai ingatan kita bersama…</p>
<p>Sahabatku,</p>
<p>Dalam kita melangkah  pergi, terkadang kita diuji dengan seribu keperitan, terasa berat oleh kita  untuk melangkah apatah lagi untuk berlari…namun itu semua hanyalah sementara,  kerana selepas malam akan bergantinya siang yang indah…biarpun pelangi tidak  akan selama-lamanya muncul tak kala malam menjelma, namun tak kala mentari  terbit kemungkinan di situ akan muncul pelangi indah biarpun pelangi itu  bukanlah suatu yang mudah untuk kelihatan hanya tak kala bumi ditimpa hujan…</p>
<p><span id="more-2020"></span></p>
<p>Sahabatku yang ku  kenali,</p>
<p>Ayat-ayat ini ku  tuliskan untukmu sebagai ingatan kita bersama…</p>
<p>Ayat-ayat yang penuh  dengan peringatan dan hikmah…</p>
<p>Ayat-ayat yang  diturunan olehNya kepada junjungan besar untuk disampaikan…</p>
<p><strong><em>“Demikianlah Kami bacakan kepadamu  (Muhammad) sebagai ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah” </em>– Ali Imran  : 58.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sahabatku yang ku  kasihi,</p>
<p>Tiada motivasi yang  sesungguhnya ku temui melainkan kekuatan dari ayat-ayat ini…</p>
<p>Ayat-ayat yang inginku  kongsikan bersamamu agar dikau menjadi seorang yang tabah…</p>
<p><strong><em>“Tidak ada sesuatu musibah yang  menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada  Allah, nescaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha  Mengetahui segala sesuatu”</em>. – at-Tagabun : 11</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>“(Yaitu) orang-orang yang apabila  ditimpa musibah mereka berkata “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah  kami akan kembali”” – Innalillahi Wa inna Ilaihi Rajiun.</em> –al-Baqarah :  156.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sahabatku yang ku rindui,</p>
<p>Ketahuilah hakikat bahawa segalanya itu adalah ujian bagimu  untuk menguji keimananmu…</p>
<p><strong><em>“Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan  hanya dengan mengatakan, “kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?”</em> –  al-Ankabut :1</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sahabatku,</p>
<p>Sesungguhnya ujian itu sebenarnya dan selayaknya buatmu, hanya  dikau yang mampu untuk menempuhinya, walaupun terasa berat olehmu…</p>
<p><strong><em>“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai  dengan kesanggupannya”</em> – al-Baqarah : 286.</strong></p>
<p><strong><em>“Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai)  dengan apa yang diberikan Allah kepadanya”-</em> at-Talak : 7 </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sahabatku yang ku kasihi,</p>
<p>Apalah ertinya jikalau kau sentiasa bersedih dengan apa yang  berlaku terhadapmu…</p>
<p>Bangunlah dikau dan terus berlari dan jangan biarkan dirimu  terus lumpuh tak berdaya…</p>
<p>Kau adalah orang yang terkuat dan gagah yang ku temui di dalam  pengembaraan ini…</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>“Dan janganlah kamu berasa lemah, dan jangan (pula)  bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang yang  beriman”</em> – ali Imran : 139. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sahabatku,</p>
<p>Jikalau kau berasa kau bersendirian, ketahuilah bahawa kau tidak  bersendirian…</p>
<p>Masih ada yang sentiasa mendengar keluh kesahmu…</p>
<p>Janganlah dikau takut dan bersedih hati, kerana DIA sentiasa  bersamamu…</p>
<p><strong><em>“Dan mohonlah pertolongan (kepada  Allah) dengan sabar dan solat. Dan (solat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang  yang khusuk”</em> – al-Baqarah : 45</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ayat-ayat ini yang  selama ini menjadikan ku seorang yang kuat dalam melangkah, biarpun seringkali  jua aku tersunggur…ingin ku sampaikan untuk dirimu agar mampu bersama-sama untuk  melangkah pergi…terlalu banyak ayat-ayat yang memberi semangat, namun hanya  sekadar ini sahaja yang mampu ku sampaikan sebagai tanda ingatanku untukmu…</p>
<p style='text-align:left'>&copy; 2010, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat motivasi">ayat motivasi</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat-ayat motivasi">ayat-ayat motivasi</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat ayat motivasi">ayat ayat motivasi</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat motivasi dari al-quran">ayat motivasi dari al-quran</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat-ayat indah">ayat-ayat indah</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat al quran">ayat al quran</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat-ayat semangat">ayat-ayat semangat</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat ayat motivasi dari al quran">ayat ayat motivasi dari al quran</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat quran motivasi">ayat quran motivasi</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/" title="ayat ayat indah">ayat ayat indah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.746 ms --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/ayat-motivasi-dari-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenyataan Hidup Di Sebalik Permainan Ini</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/kenyataan-hidup-di-sebalik-permainan-ini/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/kenyataan-hidup-di-sebalik-permainan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 00:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=1274</guid>
		<description><![CDATA[Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada anak muridnya. Ia duduk menghadap anak muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada kayu pemadam. Guru itu berkata, &#8220;Saya ada satu permainan&#8230; Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada kayu pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka sebutlah &#8220;Kapur!&#8221;, jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada anak muridnya. Ia duduk menghadap anak muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada kayu pemadam. Guru itu berkata, &#8220;Saya ada satu<br />
permainan&#8230; Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada kayu pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka sebutlah &#8220;Kapur!&#8221;, jika saya angkat kayu pemadam ini, maka katalah &#8220;Pemadam!&#8221;</p>
<p>Anak muridnya faham dan seterusnya menyebut dengan betul. Guru bersilih-ganti mengangkat tangan kanan dan kirinya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, &#8220;Baik sekarang perhatikan.<br />
Jika saya angkat kapur, maka sebutlah &#8220;Pemadam!&#8221;, jika saya angkat kayu pemadam, maka katakanlah &#8220;Kapur!&#8221;. Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka kembali biasa dan tidak kekok lagi.</p>
<p>Selang beberapa saat, permainan berhenti.</p>
<p><span id="more-1274"></span></p>
<p>Guru tersenyum kepada anak muridnya. &#8220;Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, satelah musuh kita memaksakan<br />
kepada kita dengan perbagai cara untuk menukarkan sesuatu, perkara yang haq telah menjadi bathil, dan sebaliknya. Pada mulanya agak sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan<br />
pelbagai cara menarik oleh mereka, lambat laun kita akan terbiasa dengan hal itu, seterusnya kita mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kita tidak pernah berhenti membolak-balik dan menukar nilai murni akidah/hukum Islam dari masa ke semasa.</p>
<p>&#8220;Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan<br />
yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain.&#8221; &#8220;Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit<br />
menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Faham?&#8221; tanya Guru kepada anak muridnya.</p>
<p>&#8220;Baik untuk permainan kedua&#8230;&#8221; Gurunya meneruskannya&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8220;Cikgu ada Qur&#8217;an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah , bagaimana caranya mengambil Qur&#8217;an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?&#8221;</p>
<p>Murid-muridnya berfikir . Ada yang mencuba dengan tongkat, dan selainnya.</p>
<p>Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur&#8217;an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet ..&#8221;Murid-murid, begitulah ummat Islam dengan musuhnya. .. Musuh Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terangan. ..Kerana tentu anda akan menolaknya dengan mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan monolak kita secara ansur-ansur,<br />
sehingga kita tidak sedar.</p>
<p>&#8220;Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja dinding dan peralatan akan dikeluarkan dulu, kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan. &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan merusakan kita. Mulai dari perangai kita, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga<br />
meskipun kita muslim, tapi kita telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara mereka&#8230; Dan itulah yang mereka inginkan.&#8221; &#8220;Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak kita, cikgu?&#8221; tanya murid- murid.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang Islam, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.&#8221;<br />
&#8220;Begitulah Islam&#8230; Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang secara terang-terangan, kita akan bangkit serentak, baru mereka gerun&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Apa pendapat anda tentang cerita ini??</p>
<p style='text-align:left'>&copy; 2010, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/kenyataan-hidup-di-sebalik-permainan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Sebenarnya Kita?</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/siapa-sebenarnya-kita/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/siapa-sebenarnya-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 01:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=1531</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum memulakan seminar, Prof. Zahin mengeluarkan sehelai wang kertas bernilai RM100 dari dompetnya. Kemudian wang itu ditayangkan kepada 50 orang pesertanya. &#8220;Siapa nak duit ni?&#8221; tanya Prof Zahin..Semua peserta mengangkat tangan.&#8221;Saya akan berikan duit ini kepada salah seorang daripada kamu, tapi izinkan saya membuat sesuatu dahulu &#8220;. Prof Zahin meramas-ramas duit itu hingga renyuk. Kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum memulakan seminar, Prof. Zahin mengeluarkan sehelai wang kertas bernilai RM100 dari dompetnya. Kemudian wang itu ditayangkan kepada 50 orang pesertanya.</p>
<p>&#8220;Siapa nak duit ni?&#8221; tanya Prof Zahin..Semua peserta mengangkat tangan.&#8221;Saya akan berikan duit ini kepada salah seorang daripada kamu, tapi izinkan saya membuat sesuatu dahulu &#8220;. Prof Zahin meramas-ramas duit itu hingga renyuk.</p>
<p>Kemudian dia menunjukkan duit yang sudah renyuk itu dan bertanya: &#8220;Ada sesiapa yang nak duit ini lagi?&#8221;Hampir semua pesertanya mengangkat tangan. Prof Zahin mengangguk dan mencebikkan bibir.</p>
<p>&#8220;Okey apa kata kalau saya buat macam ni?&#8221; Duit RM100 itu dicampakkan dan di tenyeh-tenyeh dengan kasutnya..Prof Zahin memungutnya semula lalu diletakkan di atas meja. Wang kertas itu bukan sahaja renyuk tetapi juga kotor.</p>
<p>&#8220;Sekarang siapa nak duit ni?&#8221; tanya Prof Zahin. Selesai dia bertanya, lebih separuh daripada jumlah pesertanya masih mengangkat tangan.</p>
<p>&#8220;Okay, apa yang boleh kita kutip daripada peristiwa itu tadi?&#8221; tanya Prof Zahin lagi. Pesertanya hanya diam, dan sesetengahnya hanya menggelengkan kepala. Mereka masih tidak dapat menangkap apa yang cuba disampaikan oleh Prof Zahin.</p>
<p>&#8220;Walau apapun yang saya lakukan pada duit ini, kamu tetap akan mahukannya. Betul tak? Kamu tahu kenapa? Kerana nilainya tidak berubah walaupun dipijak dan ditenyeh dengan kasut.&#8221;"RM100 tetap RM100 walaupun 10 kali dipijak.&#8221; kata Prof Zahin. Semua peserta yang mendengar kata-katanya hanya tersenyum.</p>
<p>Prof Zahin mengaitkan peristiwa itu dengan kehidupan seharian. Sering kali di dalam hidup,setiap orang akan merasai kejatuhan, hati hancur, ataupun dihina. Hinggakan suatu ketika kita akan merasa diri kita tidak berguna langsung.</p>
<p>&#8220;Tetapi walau apapun yang telah terjadi, ataupun yang akan terjadi, anda tidak akan hilang harga diri. Bersih atau kotor, renyuk atau licin, anda tetap berharga terutama pada mereka yang disayangi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Harga diri kita bukan datang daripada apa yang kita lakukan atau siapa yang kita kenal tapi siapa sebenarya kita?&#8221; jelas Prof Zahin.</p>
<p>Semua peserta ternganga mendengar penerangan profesor itu dan mereka lantas mengiyakan kebenaran kata-kata profesor itu&#8230;</p>
<p>Moral: Harga diri kita bukan datang daripada apa yang kita lakukan atau siapa yang kita kenal tapi siapa sebenarya diri kita. Kita sendiri yang menilai diri kita&#8230; dan itulah nilainya.</p>
<p>* Apa yang anda dapat rasakan pada diri anda mengenai artikel ini..?</p>
<p style='text-align:left'>&copy; 2009, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/siapa-sebenarnya-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Soalan Membentuk Motivasi Minda</title>
		<link>http://arsyadmaster.com/blog/pentingnya-soalan-membentuk-motivasi-minda/</link>
		<comments>http://arsyadmaster.com/blog/pentingnya-soalan-membentuk-motivasi-minda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 01:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master Arsyad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsyadmaster.com/blog/?p=1774</guid>
		<description><![CDATA[Soalan sangat penting kepada kita untuk membantu kita dalam meningkatkan keperibadian yang bermotivasi tinggi. Saya tahu, ramai diantara kita mempunyai soalan yang tersendiri. Tapi malangnya, ada soalan yang terlintas dalam kotak minda anda seperti soalan yang boleh menjatuhkan motivasi kita dan seterunya boleh menjadikan kita lemah dalam semua aspek. Untuk membentukkan minda yang bermotivasi tinggi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1776 alignnone" title="soalan" src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/soalan.jpg" alt="soalan" width="384" height="323" /></p>
<p style="text-align: center;">Soalan sangat penting kepada kita untuk membantu kita dalam meningkatkan keperibadian yang bermotivasi tinggi. Saya tahu, ramai diantara kita mempunyai soalan yang tersendiri. Tapi malangnya, ada soalan yang terlintas dalam kotak minda anda seperti soalan yang boleh menjatuhkan motivasi kita dan seterunya boleh menjadikan kita lemah dalam semua aspek.</p>
<p style="text-align: center;">Untuk membentukkan minda yang bermotivasi tinggi, semua itu bermula dengan persoalan, tanggapan dan segala apa yang terlintas di kotak pemikiran kita.</p>
<p style="text-align: center;">mari kita lihat contoh soalan di bawah :-</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">Soalan 1 : Kenapa ramai orang yang tidak mahu berkawan dengan aku?</span></strong><br />
<span style="color: #0000ff;"><strong>Soalan 2 : Perkara apa penting untuk menarik perhatian orang ramai?</strong></span></p>
<p style="text-align: center;">Soalan 1, membawa keperibadian kita sebagai seorang yang pasif tetapi jawapan negatif akan menyelubungi minda kita. Soalan 2, amat berbeza kerana ia akan  memberikan pemikiran kita agar lebih berusaha memikirkan bagaimana menangani masalah yang dihadapi.</p>
<p style="text-align: center;">Sekiranya anda seorang usahawan, binakan minda yang positif yang boleh membawa anda ke puncak kejayaan. Contoh soalan yang terdapat dalam pemikiran usahawan :-</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">Soalan 1 :- Kenapa perniagaan aku tiada peningkatan?</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Soalan 2 :- Bagaimana aku boleh meningkatkan perniagaan bertambah maju?</span></strong></p>
<p style="text-align: center;">Fikirkanlah…Saya berharap anda dapat bentukkan persoalan yang membawa diri minda anda agar terus berusaha mencari penyelesaian daripada berusaha memikirkan sebab kegagalan demi kegagalan yang tidak membawa penyelesaian.</p>
<p style="text-align: center;">Semoga perkongsian saya kali ini dapat meningkatkan daya pemikiran anda untuk membentuk motivasi minda anda agar lebih cemerlang pada masa akan datang. Anda boleh kongsikan idea/pendapat anda berkaitan topik ini. Bukankah ia boleh membantu pemikiran kita dan membantu masyarakat yang membaca? <img src='http://arsyadmaster.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style='text-align:left'>&copy; 2009, <a href='http://arsyadmaster.com/blog'>Master Arsyad</a>. All rights reserved. </p>
<!-- PHP 5.x --><h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/pentingnya-soalan-membentuk-motivasi-minda/" title="motivasi minda">motivasi minda</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/pentingnya-soalan-membentuk-motivasi-minda/" title="soalan motivasi">soalan motivasi</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/pentingnya-soalan-membentuk-motivasi-minda/" title="contoh motivasi pemikiran">contoh motivasi pemikiran</a></li><li><a href="http://arsyadmaster.com/blog/pentingnya-soalan-membentuk-motivasi-minda/" title="MEMBENTUK MINDA CEMERLANG">MEMBENTUK MINDA CEMERLANG</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.795 ms --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://arsyadmaster.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsyadmaster.com/blog/pentingnya-soalan-membentuk-motivasi-minda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
